Anda masih ingat dengan perwira TNI AD dari anak miskin. Ia adalah Mayor Inf Imam Buchori.
Mayor Infanteri Imam Buchori, merupakan seorang perwira TNI yang kini menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Pendapatan sehari-hari yang diperoleh sang ayah pun tidak tetap. Kadang bisa membawa pulang uang Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.Tapi ada waktu sang aya tidak membawa sepersen pun.
Melihat keadaan keluarga yang kekurangan, Imam pernah meminta izin orangtua untuk bekerja saat masih kelas 5 SD.
Dia berencana menjadi seorang loper koran.Imam sudah merancang jadwal untuk mengantar koran pagi-pagi sekali sembari berangkat ke sekolah.Namun, kedua orangtuanya tidak memberi izin.Mereka meminta Imam untuk fokus sekolah.
"Kamu tidak usah bekerja, tugasmu hanya sekolah, sekolah, dan sekolah. Urusan uang, biar bapak yang cari. Walaupun saya tahu kesulitannya seperti apa," kata Imam menirukan ucapan sang ayah. Sehingga, dia pun masuk ke SMA Taruna Nusantara Magelang.Ia menjadi angkatan TN ke-11.
Namun, berkat ketekunan dan kerja kerasnya, ia menjadi perwira di TNI tahun 2003.
Selanjutnya, ia mendaftar di Akademi Militer TNI kemudian dia lulus tahun 2006 dengan predikat Adhi Makayasa.
Lama tak ada kabar, kini ia sudah lulus Seskoad LIX (2020).
Ia juga sudah menyelesaikan Pendidikan Reguler LIX Seskoad TA 2020 dan menjadi Pasis yang dinyatakan sebagai lulusan terbaik meraih medali dan piagam Penghargaan Predikat Kelulusan Terbaik.
Selain itu, Mayor Inf Imam Buchori juga meraih medali dan piagam penghargaan penulis Taskap terbaik, penyusun naskah latihan terbaik dan penulis esai terbaik. KSAD Andhika Perkasa yang menyerahkan langsung penghargaan ini.








0 komentar:
Posting Komentar